Puasa wajib dan puasa sunat


Panduan serta pengertian Puasa wajib dan puasa sunat 

Puasa menurut bahasa ialah menahan diri dari segala sesuatu. sedangkan menurut istilah ialah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak
terbit pajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Bacaan dalam rumi :

Ya ayyuhallazina amanu kutiba alaikumus siyamu kama kutiba alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun.

Allah S.W.T telah berfirman : "memerintahkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketakwaan kepada-Nya"

[ Surat Al-Baqarah ]


Syarat Wajib Puasa

[a] Muslim
[b] Baligh
[c] Berakal sehat
[d] Mampu berpuasa
[e] tidak dalam keadaan haid dan nifas ( bagi wanita)

Rukun Puasa

(a) Niat puasa karena Allah SWT pada malam hari

(b) Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa
 
Perkara yang membatalkan puasa

 1 . Melakukan perbuatan makan dan minum dengan sengaja 

 2 . Bersenggama / bersetubuh / bercumbu berduaan seperti melakukan maksiat

 3 . Memasukan sesuatu pada lubang anggota badan misalnya mengorek lubang hidung/telinga dan lain tempat yang mengakibatkan batalnya puasa.

 4 . Muntah dengan sengaja / mengeluarkan makanan dari perut.

 5 . Datang haid / datang bulan dan nifas ( bagi kaum wanita )

 6 . Hilang ingatan atau gila / penyakit berkait masalah mental

 7 . Keluar mani (sperma) dengan sengaja lelaki/wanita

 8 . Murtad ( keluar dari agama Islam )


Hikmah puasa dalam kehidupan sehari-hari

  [a] Membentuk pribadi yang bertaqwa
  [b] Sebagai jalan pengendalian nafsu dalam agama Allah swt
  [c] Melatih kesabaran jiwa
  [d] Memberi manfaat baik secara fisik maupun psikologi

B. Maksud puasa yang wajib.

Puasa Wajib adalah puasa yang harus dikerjakan oleh setiap orang yang beriman, lagi baligh (Dewasa) 
apabila tidak ada halangan, Maka hukumnya berdosa bagi yang meninggalkan puasa karena melanggar ketetapan Allah SWT

Bermacam jenis puasa wajib : 

1. Puasa Ramadhan 

Puasa Ramadhan adalah puasa sebulan penuh yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat Islam di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan mulai di wajibkan pada tahun kedua 
hijriah..

Sebagaimana firman Allah SWT :

Maksudnya : Wahai orang –orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.

 [ Q.S. Al Baqarah : 183] 

2. Puasa Nazar. 

Puasa nazar ialah puasa yang dijanjikan untuk dilakukan oleh seseorang yang bernazar. Dan 
orang yang bernazar puasa itu terkabul permohonannya, maka hukumnya wajib dan jika tidak 
dikerjakan akan berdosa. Jadi puasa Nazar itu wajib setelah dinazarkan..firman Allah swt.: 


 
3. Puasa kifarat 

Puasa kifarat ialah puasa untuk menebus dosa (sebagai denda) karena melakukan 
bersenggama (bersetubuh)di siang hari di bulan puasa, dendanya puasa selama dua tahun 
berturut-turut. 
  
Pengertian dalam puasa sunat

Puasa sunat ialah puasa yang boleh dilakukan dan boleh juga tidak dilakukan. Apabila 
dilaksanakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengakibatkan berdosa. 

 Bermacam Jenis puasa sunat : 

1. Puasa hari isnin dan khamis 
Puasa hari isnin dan khamis merupakan kebiasaan Rasulullah saw. Oleh karena itu umat 
Islam disunatkan berpuasa pada hari isnin dan khamis, sebagaimana dijelaskan Rasulullah 
saw dalam sabdanya : 
 
Maksudnya : “ Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi Muhammad saw. Memilih puasa pada hari 
Isnin dan Khamis.”. 

[ H.R. Tirmidzi ] 
 
2. Puasa Arafah 

Puasa Arafah ialah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dinamakan hari Arafah karena hari itu 
orang-orang yang melakukan ibadah haji sedang wukuf di Arafah. Puasa Arafah ini 
disunatkan bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji, sedang mereka yang melakukan 
ibadah haji hukumnya makruh. 
Rasulullah saw bersabda : 
 
Maksudnya : Dan dari Abu Hurairah ra. Bersabda : Nabi saw. Melarang puasa Arafah bagi 
orang – orang yang ada di Arafah. [ HR Imam Ahmad ] 
Sabda Rasulullah saw : 
 
3. Puasa Syawal 

Puasa syawal ialah puasa enam hari pada bulan syawal setelah selesai melaksanakan puasa di 
bulan Ramadhan. 
Rasulullah saw. Bersabda : 
  
Maksudnya : ‘Dari Abi Ayyub ra. Telah bersabda Rasulullah saw : 

"Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia ikuti dengan puasa enam hari dibulan Syawal ( akan mendapat 
pahala ) seperti puasa satu tahun” 

[ H.R. Muslim ]


4. Puasa Asyura 

Puasa ‘Asyura ialah puasa pada tanggal 10 Muharram. Puasa ‘asyura termasuk puasa sunat
yang cukup besar pahalanya. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw. : 
  
Maksudnya : Dan dari Abi Qatadah ra. Berkata Rasulullah saw. Bersabda :

"puasa ‘Aisyah itu dapat menghapus (dosa) dua tahun, tahun yang lalu dan tahun yang akan dsatang dan puasa 
‘asyura itu dapat menghapus (dosa) setahun yang lalu. 

[ H.R. Jama’ah kecuali Imam Bukhari 
dan At-Tirmidzi ]

semoga kita dapat menyempurnakan segala amalan dan kewajipan ibadah puasa dan semoga kita bertakwa. Juga dapat kita menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan di hati serta suci, diberkati dan dirahmai oleh Allah SWT. Amiin

Maklum Balas

Ada sebarang soalan berkaitan halaman atau cadangan, sebarang bentuk penulisan serta komen adalah dibawah tanggungjawab dan risiko anda sendiri tertakluk pada Akta 588 SKMM

Terbaru Lebih lama