1. Diriwayatkan dari Aisyah (R.A.), ia berkata: Adalah seorang di antara kami tidak puasa pada bulan Ramadan pada zaman Rasulullah (S.A.W.). maka ia tidak sanggup mengqadhanya (membayar puasa yang ditinggalkan) sehingga datang bulan Syaban (yakni pada bulan Syaban baru bisa membayar puasanya). (H.R.: Muslim)

  2. Diriwayatkan dari Aisyah (R.A.) ia berkata: Saya mempunyai hutang puasa bulan Ramadan, saya tidak mampu membayarnya sampai datang bulan Syaban. (H.R. Bukhary)

  3. Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshariy (R.A.): Sesungguhnya Rasulullah (S.A.W.). bersabda: Barang siapa yang puasa pada bulan Ramadan, kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal adalah seperti puasa setahun penuh. ( H.R.: Muslim)

KESIMPULAN
Hadits-hadits di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa :
  • Barangsiapa yang mempunyai hutang puasa bulan Ramadan, hendaklah segera diqadha (di bayar) secepat mungkin jangan di tunda-tunda kecuali karena ada uzur dan terpaksa di tunda meskipun sampai bulan sya'ban. (Dalil : 2)

  • Disunnahkan puasa enam hari pada bulan Syawal dengan syarat puasa Ramadannya sudah lengkap, tidak ada hutang.

  • Pengamalan puasa enam hari pada bulan Syawal ini dapat dikerjakan secara berurutan ( enam hari berturut-turut) atau berselang-seling (tidak berurutan). Yang penting pelaksanaanya adalah selama bulan Syawal

Ganti puasa
Panduan Mengqadha Puasa

Post a Comment

Ada sebarang soalan berkaitan halaman atau cadangan, sebarang bentuk penulisan serta komen adalah dibawah tanggungjawab dan risiko anda sendiri tertakluk pada Akta 588 SKMM

Lebih baharu Lebih lama